"Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, supaya kamu berfikir" (QS: 2: 219)

Syirkah dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup



Syirkah dan Bank merupakan contoh transaksi ekonomi dalam Islam yang sering terjadi dan dilakukan oleh masyarakat. Bagaimana Islam mengatur syirkah dan bank tersebut? Ikuti pembahasan materi berikut ini.
1. Syirkah
Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia tidak mungkin dapat melepaskan hubungannya dengan sesama manusia. Tanpa hubungan dengan orang lain, tidak mungkin berbagai kebutuhan hidup dapat terpenuhi.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diciptakan kerja sama yang baik antara sesama manusia dengan mengadakan akad syirkah. Dalam materi syirkah berikut, dibahas mengenai pengertian syirkah, ketentuan sy4kah, dasar hukum syirkah, macam-macam syirkah, dan hikmah syirkah.
a. Pengertian Syirkah
Syirkah adalah persetujuan dua orang atau lebih untuk membuka suatu usaha atau perusahaan dengan tujuan membagi keuntungan di antara mereka. Modal usaha disepakati atas dasar suka sama suka. Syirkah diperbolehkan dalam Islam, berdasarkan hadist Qudsi berikut.

Artinya:
Allah Taala berfirman, "Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selagi masing-masing dari keduanya tidak mengkhianati yang lainnya. Jika salah satu dari keduanya mengkhianati yang lain, Aku keluar dari keduanya." (H.R. Abu Dawud dari Abu Hurairah: 2936)

b. Ketentuan Syirkah
Untuk mengadakan syirkah, kita tidak boleh asal mendirikan raja, tetapi ada ketentuan yang harus diperhatikan. Beberapa ketentuan syirkah, yaitu rukun syirkah, syarat akad, syarat orang yang mengadakan syirkah, dan syarat modal untuk syirkah.
 
1)   Rukun Syirkah
Rukun syirkah adalah segala sesuatu yang hams ada ketika mengadakan syirkah. Rukun syirkah, yaitu
  1. ada akad syirkah atau perjanjian syirkah;
  2. ada orang yang mengadakan syirkah;
  3. ada modal untuk mengadakan syirkah yang disepakati orang-orang yang bersyirkah.
2)   Syarat Akad Syirkah
Syarat syirkah adalah segala sesuatu yang hams dipenuhi dalam meng­adakan syirkah. Syarat akad syirkah, yaitu
  1. ada kesesuaian antara ijab dan kabul syirkah;
  2. ada kejelasan dan dapat dipahami bersama.
Akad syirkah hendaknya diaktenotariskan sehingga memiliki kekuatan hukum yang pasti dan kuat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari apabila terjadi perselisihan dikemudian hari sehingga mudah untuk diatasi.
3)   Syarat Orang yang Mengadakan Syirkah
Seseorang yang hendak mengadakan syirkah hams memenuhi per­syaratan. Syarat orang yang mengadakan syirkah adalah sebagai berikut.
  1. Berakal sehat. Orang yang tidak berakal sehat, tidak sah jika mengadakan syirkah
  2. Sudah balig. Anak-anak yang belum balig tidak sah jika mengadakan syirkah.
  3. Kehendak sendiri. Artinya, tidak ada unsur paksaan dan manapun dan dan siapa pun.
4)   Syarat Modal Untuk Syirkah
Modal yang hendak digunakan untuk syirkah harus memenuhi syarat. Syarat modal untuk syirkah adalah sebagai berikut.
  1. Modal berupa uang atau barang.
  2. Modal dapat digabungkan sebelum akad sehingga modal tidak dapat dibedakan lagi.
  3. Modal untuk syirkah hams halal. Artinya, bukan barang yang diperoleh dengan cara yang haram. Misalnya, hasil dan merompok, mencuri, per­judian, atau penipuan.

c.   Dasar Hukum Syirkah
Hukum mengadakan syirkah atau kerja sama di bidang usaha adalah halal. Bahkan, dianjurkan karena terdapat unsur tolong-menolong dan saling menguntungkan. Adapun yang dijadikan dasar hukum syirkah oleh para ulama adalah sebagai berikut :
1)   Al-Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 2

Artinya:
... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan
(Q.S. Al-Maidah/5: 2)

2)   Sunah Nabi Muhammad saw.
Dalam sebuah hadist, dijelaskan bahwa orang yang mau menolong orang lain, akan mendapat pertolongan dari Allah swt. Baca dan pahamilah hadis di bawah ini!

Artinya:
Allah Taala berfirman, "Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selagi masing-masing dari keduanya tidak mengkhianati yang lainnya. Jika salah satu dari keduanya mengkhianati yang lain, Aku keluar dari keduanya." (H.R. Abu Dawud dari Abu Hurairah : 2936)

d. Macam-Macam Syirkah
Dalam praktiknya sehari-hari, masyarakat banyak yang mengadakan syirkah dalam bentuk kelompok, lembaga ataupun perseorangan. Macam dan bentuk syirkah tersebut, antara lain qirad, musaqah, muzara’ah, dan mukhabarah.

 1.  Qirad
Qirad adalah pemberran modal dari seseorang kepada orang lain untuk modal usaha atau dagang dengan cara bagi hasil keuntungan sesuai yang di- sepakati bersama. Misalnya, Fulan bekerja sama dengan Hamid. Fulan mem­berikan modal uang sebesar sepuluh juta rupiah kepada Hamid. Hamid meng­gunakan uang tersebut sebagai modal berdagang, dengan kesepakatan apabila mendapat keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama.
2.  Musaqah
Musaqah adalah bentuk kerja sama antara pemilik dan penggarap kebun untuk mengurus pohon dengan menyiram dan memeliharanya. Hasil dari ke­bun tersebut untuk pemilik dan penggarap, dengan perjanjian bagi hasil sesuai dengan kesepakatan bersama. Bentuk kerja sama (musaqah) pernah dilakukan Rasulullah saw., sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut
 Artinya:
Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi Muhammad saw. telah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan perjanjian akan diberi penghasilannya, baik buah­buahannya maupun hasil tanamannya. (H.R. Muslim: 2896)

3)  Muzara' ah
Muzara'ah adalah bentuk kerja sama antara pemilik sawah (kebun) dan penggarap dengan perjanjian bagi hasil sesuai dengan kesepakatan bersama. Dalarn kerja sama ini, bibit dan pihak penggarap sawah (kebun). Misalnya, Pak Muhlis memiliki sawah satu hektar. Pengelolaan sawah tersebut diserah­kan kepada Pak Muri dengan kesepakatan bagi hasil, yaitu Pak Muhlis mem­peroleh 50 % dan hasil dan sisanya untuk Pak Muri.

4)  Mukhabarah
Mukhabarah adalah bentuk kerja sama antara pemilik sawah (kebun) dan penggarap dengan cara bagi hasil sesuai dengan kesepakatan bersama. Dalam kerja sama ini, bibit dan pihak pemilik sawah (kebun). Misalnya, Pak Malik memiliki kebun seluas 1.00 meter persegi. Pengelolaannya diserahkan kepada Pak Bayu dengan kesepakatan bagi hasil, yaitu Pak Malik 50% dan hasil dan sisanya untuk Pak Bayu.

e.   Hikmah Syirkah
Mengadakan syirkah banyak hikmah dan manfaatnya, yaitu
  1. meningkatkan kesejahteraan bersama, terutama para anggota syirkah,
  2. menjalin hubungan silaturahim yang erat,
  3. menambah lapangan usaha atau kerja,
  4. menumbuhkan solidaritas antara sesama, dan
  5. mempererat tali persaudaraan.

 Penulis : Ngadiyanto

0 diskusi:

Entri Populer

Diskusi bareng yuk....

 

Fikir Muslim Indonesia | Tentang Kami | Kontak Kami |Terjemahan Al-Qur'an | Donasi | Pasang Iklan
© Copyright 2010 by Fikir Muslim Indonesia